Minggu, 19 Oktober 2014

E-Medicine

Selamat pagi sahabat netizen sekalian, bertemu lagi dengan saya Marenda Deni Pradana. Bagaimana kabar sahabat sekalian? Semoga baik baik saja dan dalam keadaan sehat, Aamiin.. Pagi ini saya ingin membahas tugas yang sudah diberikan oleh Ibu dosen kami yang sangat baik dan inspirasional ibu Dr. Bertalya, SKom, DEA. Beliau adalah sosok dosen yang rendah hati, dosen Pengantar Telematika kami di kelas 4KA08.
Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja saya akan publish tulisan saya yang dibantu oleh Jakaria, Fita Anggraeni, Nurul Musaffa, dan Kevin Yanuar.



E-Medicine (telemedicine) ialah suatu bentuk pelayanan e-clinical yang ditujukan untuk daerah - daerah terpencil, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan e-networking. Beberapa tahun ini teknologi telemedicine telah memiliki berbagai macam cabang menjadi beberapa disiplin spesialisasi, termasuk di dalamnya ialah transmisi dari media visual di lapangan seperti teleradiologi, teledermatologi, telepathologi, teleophthalmologi, telesurgery, dan robotika serta perawatan pasien langsung dan rehabilitasi, pada makalah kali ini akan memfokuskan implementasi e-medicine dari negara maju seperti Kanada dan negara berkembang seperti bagian sahara Afrika, pengembangan kedepan teknologi teleradiologi, serta penjabaran aplikasi-aplikasi virtual reality (VR) seperti telesurgery dan robotika.
            Meskipun popularitasnya telah meningkat, e-medicine menghadapi berbagai tantangan. Pertama, e-medicine membutuhkan infrastruktur yang mahal, membuatnya menjadi sulit untuk negara-  negara miskin maupun berkembang untuk mengadopsi teknologi e-medicine. Sebagai tambahan, teknologi semacam ini kurang begitu bermanfaat untuk negara kecil seperti Singapura, hal ini disebabkan tingginya tingkat urbanisasi, kecuali negara-negara semacam ini digunakan sebagai pusat yang menyediakan teknologi e-medicine suntuk beberapa negara - negara tetangga yang memiliki banyak wilayah pedesaan. Sebagai contoh, Singapura dapat berperan sebagai penghubung, yang menyediakan teknologi teleradiologikal untuk negara - negara kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Thailand, dan Filipina kesulitan juga bisa disebabkan oleh perbedaan budaya dan standar ekonomi yang berbeda di negara - negara tetangga; kurangnya peralatan yang kompatibel, ketidakpastian atau kurangnya dukungan politik untuk berpartisipasi dalam program ini, kompleksitas sosial ekonomi, perbedaan budaya dan hubungan regional, prosedur hukum atau penilaian mata uang dan kebijakan pertukaran moneter, dan beberapa faktor lainnya. Kerjasama di tingkat nasional dan internasional akan diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Sebuah perayaan resmi di mana perjanjian kesepakatan yang ditandatangani oleh kepala pemerintah yang berbeda dari negara-negara kemungkinan akan dijamin, dalam rangka untuk menyokong dukungan dan kolaborasi yang berarti diantara negara - negara.
             E-Medicine menjadi benar - benar efektif dari segi biaya bila direncanakan dan dirancang, seperti halnya dengan e-bisnis, dengan tujuan untuk menjadi bagian yang terintegrasi dari suatu negara pada segi infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi. Oleh karena itu, e-Medicine dapat tersedia untuk melayani wilayah geografis yang luas di dalam banyak layanan kesehatan misalnya, teleradiology dan e-rehabilitasi dimana biaya mempekerjakan spesialis di wilayah yang spesifik tergolong mahal. Meskipun e-medicine menghadapi masalah kurangnya interaksi manusia secara langsung, e-medicine menjadi semakin populer sebagai sarana untuk memberikan perawatan kepada pasien secara medis dan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan layanan kesehatan. Kebanyakan program e-Medicine memulai proyek percontohan yang didanai pemerintah untuk menunjukkan efektifitas, kelangsungan hidup dan kelayakan jaringan telemedicine. Tindakan bersama yang diperlukan pada kedua kerangka etika nasional dan membangun (Stanberry, 2000;Terry, 2001;Mitchell, 2000).
            E-Medicine melibatkan beberapa komponen, yang semuanya bekerja sama untuk menciptakan orientasi konsumen yang kuat. Teleconsulting mengacu pada penggunaan pelayanan medis oleh pasien untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Telekonferensi digunakan dalam pengobatan oleh dokter untuk berbicara dengan dokter yang lain  mengenai kondisi pasien. Teleporting adalah transmisi informasi tentang seorang pasien kewilayah terpencil. Telemonitoring mengacu pada pemantauan seorang pasien dari jarak jauh dengan mengumpulkan informasi dan menganalisis pasien yang berada di  wilayah terpencil. Sarana untuk memberikan perawatan kepada pasien secara medis dan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan layanan kesehatan. Kebanyakan program e-Medicine memulai proyek percontohan yang didanai pemerintah untuk menunjukkan efektifitas, kelangsungan hidup dan kelayakan jaringan telemedicine. Tindakan bersama yang diperlukan pada kedua kerangka etika nasional dan membangun (Stanberry, 2000;Terry, 2001;Mitchell, 2000).
            Manfaat potensial dari Tele-Medicine termasuk kunjungan ke klinik menjadi lebih berkurang; peningkatan perawatan untuk orang lanjut usia dan orang - orang yang tinggal di daerah terpencil; kenyamanan; dan pengurangan biaya. Kerugian meliputi kehilangan manfaat interaksi fisik secara langsung; dan biaya yang terkait dengan konfigurasi teknologi infrastruktur. Tantangan dalam melaksanakan telemedicine termasuk kurangnya konsistensi dan kualitas dalam video; masalah kerahasiaan pasien; perlu dukungan dari manajemen; dan kebutuhan  motivasi dari pihak pasien dan penyedia untuk mencoba model pemberian perawatan kesehatan yang baru.
Tele-USG diAustralia
            USG diagnostik merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan yang sangat diminati. Di daerah - daerah terpencil dan pedesaan, namun, kurangnya keahlian klinis setempat sering membatasi penggunaannya. Commonwealth Scientiic and Industrial Reserved Organization's Telecommunications and Industrial Physic Center di Macquarie University Sydney, Australia, telah mengembangkan kinerja tinggi, bandwidth rendah, tepat waktu dengan perangkat tele-USG. Perangkat ini mengirimkan gambar USG bergerak untuk konsultan ahli sementara pemeriksaan sedang berlangsung. Sistem ini beroperasi di bawah kendali ahli pada akhir penerimaan, yang meminimalkan gangguan dari operator USG pada akhir transmisi dan memungkinkan ahli untuk mengatur parameter transmisi.
            Tele-USG beroperasi memuaskan pada tingkat transmisi 128 kilobit per detik karena menggunakan teknologi kompresi dengan "region of interest" di mana gambar ditransmisikan pada resolusi tinggi dan pada tingkat pembentuk yang relatif tinggi. Sisa dari gambar ditransmisikan pada frame rate yang relatif rendah. Posisi dan ukuran dari daerah yang diinginkan dikendalikan oleh konsultan pada penerima akhir. Tekniktele-USG kompatibel dengan semua jenis peralatan USG dan cocok baik warna dan gambar skala abu-abu (aplikasitele-health, 2003).
 E-Home Care Service di University of Tennessee

            E-Medicine tidak hanya mencakup interaksi langsung melalui video, E-Medicine juga semakin banyak digunakan untuk telemonitoring pasien dirumah menggunakan aplikasi perawatan. Misalnya, pemantauan jantung jarak jauh melalui perangkat yang digunakan di beberapa tempat di Eropa; menggunakan perangkat seperti ponsel, data yang ditransmisikan secara langsung kepusat. Proyek yang juga sedang berjalan untuk mengembangkan penginderaan dan teknologi penyimpanan, yang memungkinkan pemasangan alat sederhana di rumah yang menghubungkan kejaringan untuk pemantauan jarak jauh oleh para perawatan kesehatan yang profesional; dan campur tangan medis terjadi hanya apabila diperlukan.


Terima kasih sahabat sudah bersedia membaca..
Jika berkenan anda bisa download versi .doc dan .ppt nya di link berikut e.medicine.doc dan e-medicine.ppt
Kalau nanti ada pertanyaan lebih lanjut nggak usah sungkan sungkan langsung aja whatsapp
 ke saya (081938008880).

Sabtu, 31 Mei 2014

Tabel dan Grafik


Tabel Inflasi dan IHK INDONESIA Tahun 2011 - 2014 Menurut Bulan 

                       Dari tiga tahun terakhir yakni tahun 2011, 2012 dan 2013 Inflasi paling rendah pada 2011 kemudian mengalami kenaikan sebasar 0,51 pada tahun 2012, lalu pada tahun 2013 bangsa kita mengalami inflasi yang cukup besar yaitu sebesar 8,38 pesen, adapun penyebabnya adalah kenaikan tingkat harga barang impor karena semakin melemahnya nilai rupiah, adanya kenaikan tingkat upah tenaga kerja yang tidak diimbangi oleh peningkatan profuktifitasnya, dan kenaikan harga BBM yang sudah mencapai seperlima dari pengeluaran pemerintah pusat.


Grafik 1. Inflasi dan IHK INDONESIA Tahun 2011 - 2014 Menurut Bulan

                  Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2011 cenderung stabil diangka 126.05 sampai dengan 129.91 lalu pada awal tahun 2012 IHK dibuka dengan angka 130.9 dan akhiri 135.49 kemudian 2013 IHK 136.88 - 146.84. Untuk menentukan IHK, kita harus mengamati 284-441 jenis barang dan jasa, dan dari sebanyak itu kita dapat mengelompokkan menjadi tujuh kelompok pengeluaran yaitu : Bahan Makanan, Makanan jadi (minuman, rokok, dan tembakau), Perumahan, Sandang, Kesehatan, Pendidikan, dan Transportasi.



Keterangan : 
1. Sebelum April 1979, yang digunakan sebagai dasar yaitu September 1966 (September 1966 = 100) 
2. Mulai April 1979, digunakan istilah Indeks Harga Konsumen (sebelumnya menggunakan istilah Index Biaya Hidup). Dasarnya April 1977-Maret 1978. Menggunakan pola konsumsi hasil SBH (Survey Biaya Hidup) tahun 1977/1978 di 17 ibukota propinsi (April 1977-Maret 1978 = 100). 
3. Mulai April 1990-1997, IHK menggunakan tahun dasar 1988/1989. Menggunakan pola konsumsi biaya hidup hasil SBH di 27 ibukota propinsi. (1988/1989 = 100) 
4. Mulai Desember 1997, IHK menggunakan pola konsumsi hasil SBH di 44 Kota tahun 1996. (1996 = 100) 
5. Mulai Januari 2004, digunakan tahun dasar 2002. IHK dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil SBH di 45 kota tahun 2002 (2002 = 100) 
6. Mulai Juni 2008, digunakan tahun dasar 2007, IHK dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil SBH di 66 kota tahun 2007 (2007 = 100) 


Sumber data dari website resmi Badan Pusat Statistik http://www.bps.go.id/aboutus.php?inflasi=1

Rabu, 30 April 2014

Computer Network

            Banyak ahli membeberkan definisi yang berbeda-beda tentang arti jaringan komputer, namun definisi-definisi  tersebut umumnya memiliki arti yang sama. Menurut Wikipedia, arti jaringan komputer adalah hubungan antar sekelompok komputer. Jaringan komputer antara lain dapat dikelompokan menurut beberapa hal, contohnya menurut skalanya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi:
1.      Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan yang menghubungkan sejumlah komputer yang ada dalam suatu lokasi dengan area yang terbatas seperti ruang atau gedung. LAN menggunakan media komunikasi seperti kabel dan wireless.
2.      Metrpolitan Area Network (MAN)
Merupakan jaringan antara LAN satu dengan LAN lain yang dipisahkan oleh lokasi yang cukup jauh. Contoh pengguna WAN adalah hubungan antara kantor  pusat dengan kantor cabang yang ada di daerah-daerah.
3.      Wide Area Network (WAN)
Merupakan jaringan yang lebih besar dari jaringan LAN tetapi lebih kecil dari jaringan WAN. Jaringan WAN sama-sama menghubungkan beberapa LAN yang membedakan hanya lingkup areanya yang berbeda.

            Adapun menurut Habraken, penulis buku Absolute Beginner’s Guide to Networking, jaringan komputer didefinisikan sebagai berikut: Jaringan komputer merupakan beberapa komputer yang dikumpulkan di lokasi tertentu dan dihubungkan menggunakan media tertentu (seperti kabel jaringan maupun teknologi wireless). Bahkan hingga jaringan besar seperti internet yang menggunakan berbagai media koneksi seperti microwave dan teknologi satelit. Jaringan komputer yang dibentuk akan bisa digunakan untuk memindahkan data, suara, atau bahkan video antar komputer.

Sebuah jaringan komputer disusun atas beberapa bagian, yang pertama komputer itu sendiri, dan yang lain adalah media koneksi seperti pengkabelan yang terdiri dari kabel tembaga, UTP, coaxial, atau fiber optik, dan perangkat jaringan seperti hub, switch, dan router.

Tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah untuk membawa informasi secara tepat tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) maupun sis penerima (receiver) melalui media komunikasi. Kendala-kendala yang muncul adalah pada media komunikasi misalnya masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana pemanfaatan jaringan komputer lebih efektif dan efisien, serta masih terdapatnya berbagai macam gangguan saat data ditransmisikan.

Jaringan komputer memiliki beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri. Jaringan komputer memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien, misalnya:
1.     Pengguna dapat saling berbagi perangkat keras dengan kualitas tinggi, seperti contoh:  printer, dibanding menggunakan printer kualitas rendah dimasing-masing meja kerja.
2.      Membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date.
3.      Membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing).
4.      Memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan lebih efisien.
5.      Membantu perusahaan dalam melayani pelanggan dengan lebih efektif.

Terdapat dua tipe pada jaringan komputer yang dapat digunakan dalam mengatur sebuah jaringan komputer yaitu:
  • Client Server, tipe jaringan client server menghubungkan komputer server dengan beberapa komputer client/workstation. Komputer server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain yang terhubung dalam jaringan. Sedangkan komputer client adalah komputer-komputer yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh komputer server.
  • Peer To Peer, tipe jaringan peer to peer menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer yang terhubung tanpa perantara komputer server. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai komputer server sekaligus sebagai komputer client.
Jaringan komputer memiliki topologi jaringan yang merupakan gambaran pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi komputer server, komputer client/workstation, hub/switch, pengabelan, dan komponen jaringan yang lain. Terdapat beberapa topologi jaringan yang dapat anda sesuaikan dengan kondisi lapangan, yaitu:
4.    Topologi Star
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan perangkat yaitu Hub dan Switch. Perangkat ini berfungsi sebagai pengontrol dari semua komputer yang terhubung dalam jaringan.
2.    Topologi Ring
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dengan membentuk sebuah lingkaran. Komputer yang terhubung dalam sebuah jaringan akan terkoneksi pada dua komputer lain.
1.    Topologi Bus
Merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer ke sebuah kabel dengan beberapa terminal dengan menggunakan jenis kabel coaxial dengan beberapa konektor BNC.
3.    Topologi Token Ring
Merupakan penyempurnaan dari topologi ring. Pada topologi ini collions (tumbukan antar pengirim data) dapat dicegah.

                      Jaringan komputer memiliki protokol, dimana protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi, dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar. Selain itu protokol juga berfungsi agar komputer yang berada dalam jaringan berkomunikasi dengan bahasa yang sama. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah:
ü  Syntax
Merupakan format data dan cara pengodean yang digunakan dalam pengodean  sinyal.
ü  Semantic
Digunakan untuk mengetahui maksud informasi yang dikirim dan membetulkan kesalahan yang terjadi dari informasi tersebut.
ü  Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.







Daftar Pustaka:
·             Kurniawan, Prima. "Pengertian jaringan komputer dan manfaatnya." (2009).
·          Hariyadi Bagus Saputra & Army Basten. 2013. Jurnal Jaringan Komputer. Universitas Kristen Satya Wacana, Vol 1 (1), p 3-4.
Madcoms. 2009. Membangun Sistem Jaringan Komputer. Madiun: Penerbit Andi
·       Anjik Sukmaaji, S.Kom. & Rianto, S.Kom. 2009. Jaringan Komputer. Yogyakarta: Penerbit Andi.
·         Edy Winarno, ST & Ali Zaki. 2013. Membangun Jaringan Komputer di Windows XP hingga Windows 8. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.